Tampilkan postingan dengan label nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nabi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Oktober 2013
Kumpulan Hadist Nabi Dan Rasul
Kumpulan Hadist, Nabi Dan Rasul,Kumpulan Hadist Nabi Dan Rasul,
Hadist Nabi,Hadist Nabi Dan Rasul,

1. Hamid Lufaf pernah didatangi oleh seorang lelaki dan berkata: " berilah aku wasiat/pesan yang bermanfaat"
lalu beliau berkata; " jadikanlah pembungkus untuk agamamu, seperti pembungkus shuhuf al-Quran"
lalu lelaki itu bertanya; " apakah yg dimaksud pembungkus agama itu??"
beliau jawab: " jangan banyak bicara kecuali memang diharuskan , jangan bnyak bergaul dengan manusia umum kecuali memang diperlukan, dan meninggalkan duniawiyah kecuali memang yang perlu,"
(NashoihulIbaad)
2. Rasulullah saw mengutuk pemakan riba, orang yang mewakilinya, orang yg menulisnya, dan ke dua saksinya" dan beliau bersabda; " mereka itu semua sama (yakni: mereka semua berdosa layaknya orang yg melakukan riba langsung)"
(HR. Muslim)
3. Dari Ibnu masud ra; rasulullah saw bersabda; " setiap orang diantara kalian telah diutus untuknya satu Qorin (teman dari bangsa jin) " para sahabat bertanya; " termasuk andakah ya Rasulallah??"
jawab beliau " tentu saja, termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk islam, karena itulah dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik2 saja "
[HR. Muslim]
4. " saudara-saudariku yang dimuliakan oleh Allah,.. Jika kita punya dendam, kesal, atau kebencian . Ketahuilah hak itu sungguh tidak berguna jika dipendam dihati karna hanya akan menghalangi ketenangan hari2mu dan akan menghalangi kekhusuan dzikirmu, . Singkirkanlah kebencian itu dan jadikan maafmu sebagai tabungan diahirat kelak, lupakanlah dan pendam semua dendam serta bencimu dgn samudra maaf dihatimu, dan hal itu akan menjadi tabunganmu yg akan kau ambil kelak dihari Qiyamat "
(tausiyah, Habib mundzir almusawwa)
5. Dari samurah bin jundab ra, berkata ; Rasulullah saw bersabda ; " perkataan yang paling Allah sukai ada 4, yaitu
- subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, allahu akbar,.
Dan tidak masalah kamu mau mulai dari mana dulu "
[HR. Ahmad]
6. Rasulullah saw bersabda ; " barangsiapa yang senantiasa membiasakan diri meminta ampun kepada Allah, (beristighfar) maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar untuk setiap kesempitan nya, menjadikan kesenangan dari setiap kesedihan nya dan akan diberi rezeki dari arah yang tidak diduga-duga "
(HR. Abu daud)
7. imron bin Husain ra berkata, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya ; " wahai Rasulallah ,.. Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni sorga dan juga orang2 penghuni neraka,..??"
Rasulullah saw jawab; " tentu (karena itulah taqdir azaliyah) " kemudian Rasulullah saw ditanya lagi ; " jadi kalau begitu, untuk apa orang orang harus beramal (yakni: pemikiran orang ini terlalu sempit, bahwa untuk apa manusia beramal baik bila memang mereka sudah ditentukan oleh Allah bakal masuk sorga atau neraka,. Untuk apa beramal?? [ini pertanyaan orang yg keblinger]),
lalu Rasulullah saw menerangkan (sejelas2nya) ; " (begini nak,) jadi setiap orang itu akan dimudahkan oleh Allah untuk melakukan apa yg memang telah ditaqdirkan padanya (yakni: bilamana manusia itu memang ditaqdirkan menjadi Ahli sorga maka amalan nya pun menjadi sangat mudah untuk dilakukan, begitupun sebaliknya,. Dlm bab ini tdk membahas husnul/suul khatimah,. Ini membahas bab ikhtiyariyah seorang hamba dlm menjalani taqdir yg telahDitetapkan untuk nya)"
(HR. Muslim)
8. Rasulullah saw bersabda; " Apabila Allah menghendaki kpd seorang hamba suatu kebaikan niscaya Dia jadikan perasaan kaya slalu berada dalam jiwanya, dan menempatkan Taqwa dlm hatinya, Namun bila Allah menhendaki keburukan kpd seorang hamba maka Dia jadikan perasaan Faqir slalu ada dihadapan matanya "
(HR. Bayhaqi dari Abu Hurairah ra)
9. sayyidina Ali ra berkata; " hanya lidah yang mau/bisa berdusta, namun pandangan mata, ayunan kedua tangan, langkah ke dua kaki,dan gerak tubuh akan menafikan (menolak) apa yang diucapkan oleh lidah "
10. Rasulullah saw bersabda; " Kalian berdoalah kpd Allah dan kalian yaqin pada pengkabulannya, dan ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doanya orang yg hatinya lalai dan hanya bermain-main "
[HR. AlHakim]
Selasa, 22 Oktober 2013
Dialog antara Iblis dan Nabi Isa
Nabi Isa as menyatakan bahwa dirinya bukanlah Tuhan, melainkan hanya hamba Allah SWT seperti kebanyakan Nabi dan Rasul lainnya.Kisahnya.
Pada suatu hari Nabi Isa as bertemu dengan iblis laknatullah dan terjadilah percakapan antara keduanya.
Dialog Pertama
Iblis: Wahi Isa bin Maryam, dari sifat Ketuhanan itu sampai engkau mampu berbicara ketika engkau masih bayi. Padahal tak seorang pun yang mampu berbicara seperti engkau sebelum kamu.
Nabi Isa as: Yang memiliki sifat Ketuhanan itu adalah Dzat yang membuat saya mampu berbicara dan Dzat yang mematikan saya, kemudian menghidupkan saya kembali.
Iblis: Bukan begitu maksudku, akan tetapi engkaulah orang yang telah sampai pada tingkat menjadi Tuhan sehingga engkau mampu menghidupkan orang yang telah meninggal dunia.
Nabi Isa as: Bukan begitu, sifat Ketuhanan itu adalah milik ALlah SWT sebagai Dzat yang menghidupkan dan mematikan orang yang saya matikan lalu dihidupkan Allah SWT.
(Jadi bukan saya yang menghidupkan, maksud-red).
Saya hanya perantara saja.
Iblis: Demi Allah, engkau adalah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi.
Begitu iblis berbicara demikian, maka turunlah Malaikat Jibril yang dengan sayapnya, Iblis dipukul sampai ke matahari. Lalu ada pukulan sayap yang kedua iblis terlempar sampai ke sumber air panas lalu dilempar lagi sampai ke lautan yang ke tujuh.
Dialog ke Dua
Ketika Nabi Isa as mengerjakan shalat di Baitul Maqdis, ia ditemui oleh iblis dan berkata,
"Sesungguhnya engkau tidak pantas menjadi seorang hamba, sebaiknya engkau menjadi Tuhan."
Namun Nabi Isa as selalu berusaha melepaskan diri dari gangguan iblis terlaknat itu, namun masih belum bisa terlepas.
Kemudian Iblis berkata lagi,
"Tidak patut engkau menjadi hamba."
Nabi Isa as lalu memohon pertolongan kepada Allah SWT dan kemudian Jibril datang bersama Mikail. Iblis dikepung lalu iblis dihantam dengan sayap Malaikat Jibril dan dibuang ke lembah jurang.
Iblis tidak kenal menyerah dan putus asa dalam menjalankan tugasnya.
Iblis lalu datang lagi kepada nabi Isa as, karena iblis tahu bahwa kedua malaikat itu tidak diutus kecuali hanya untuk itu saja, lainnya tidak.
Iblis mengulangi ucapnnya kepada Nabi Isa as bahwa Nabi Isa as tidak patut menjadi hamba.
Iblis berkata,
"Aku tahu apa yang terjadi ketika engkau marah. Aku mengajakmu untuk sesuatu yang memang seharusnya menjadi hakmu yaitu memerintah setan supaya setan itu tunduk kepadamu, sebab apabila manusia mengetahui bahwa setan-setan itu tunduk kepadamu, maka manusia pun lalu taat kepadamu dan menyembahmu."
"Aku tidak mengatakan bahwa engkau adalah Tuhan dan tidak ada Tuhan yang lain. tetapi maksud saya engkau adalah Tuhan di bumi dan Allah SWT Tuhan di langit."
Mendengar perkataan iblis yang demikian itu, Nabi Isa as berteriak sekeras-kerasnya hingga Malaikat Israfil turun ke bumi.
Malaikat Jibril dan Mikail yang melihat hal itu segera menangkap iblis kemudian Malaikat Israfil menghantam iblis dengan sayapnya lalu dibuang ke matahari. Nabi Isa as kemudian pergi, tapi masih sempat saja iblis mantap.
"Wahai Isa, aku bertemu engkau pada hari ini mengalami kesulitan yang sangat luar biasa."
Dialog Ketiga.
Iblis laknatullah masih juga belum kapok meskipun telah dihantam sayap malaikat.
Pada suatu hari, iblis menemui lagi Nabi Isa as dan terjadilah percakapan lagi.
Nabi Isa as: Apakah kamu tidak tahu bahwa sesuatu tidak akan emnimpamu kecuali jika telah ditakdirkan kepadamu?
Iblis: Sekarang coba saja naik ke puncak gunung sana lalu jatuhkan tubuhmu dari puncak gunung itu, apakah engkau hidup atau mati?
Nabi Isa as: Apakah kamu belum mengetahui bahwa Allah SWT berfirman,
"Janganlah hambaKu mengujiKu, karena Aku berbuat sesuatu atas kkemauanKu."
maksudnya adalah jika ALlah SWT menghendaki masih hidup, maka tidak akan mati orang yang terjun dari puncak gunung. Karena hamba tidak bisa menguji Tuhannya tetapi Tuhanlah yan menguji hambaNya.
Iblis: Apakah kamu tidak mengatakan benar? Cobalah ambillah wadah lampu, kemudian pukulkan ke tubuhmu, tentu engkau akan kesakitan bukan?
Nabi Isa as: Kamu ini celaka, bukankah Allah SWT telah melarang seseorang untuk memohon atas kerusakan tubuh.
Dialog antara Nabi Isa as dan Iblis tersebut dapat diambil pelajaran bahwa segala sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi adalah merupakan kekuasaan dan kehendalk ALlah SWT.
Siapapun dia, bagaimanapun hebatnya, tidak akan mampu lari dari takdir Allah SWT
Pada suatu hari Nabi Isa as bertemu dengan iblis laknatullah dan terjadilah percakapan antara keduanya.
Dialog Pertama
Iblis: Wahi Isa bin Maryam, dari sifat Ketuhanan itu sampai engkau mampu berbicara ketika engkau masih bayi. Padahal tak seorang pun yang mampu berbicara seperti engkau sebelum kamu.
Nabi Isa as: Yang memiliki sifat Ketuhanan itu adalah Dzat yang membuat saya mampu berbicara dan Dzat yang mematikan saya, kemudian menghidupkan saya kembali.
Iblis: Bukan begitu maksudku, akan tetapi engkaulah orang yang telah sampai pada tingkat menjadi Tuhan sehingga engkau mampu menghidupkan orang yang telah meninggal dunia.
Nabi Isa as: Bukan begitu, sifat Ketuhanan itu adalah milik ALlah SWT sebagai Dzat yang menghidupkan dan mematikan orang yang saya matikan lalu dihidupkan Allah SWT.
(Jadi bukan saya yang menghidupkan, maksud-red).
Saya hanya perantara saja.
Iblis: Demi Allah, engkau adalah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi.
Begitu iblis berbicara demikian, maka turunlah Malaikat Jibril yang dengan sayapnya, Iblis dipukul sampai ke matahari. Lalu ada pukulan sayap yang kedua iblis terlempar sampai ke sumber air panas lalu dilempar lagi sampai ke lautan yang ke tujuh.
Dialog ke Dua
Ketika Nabi Isa as mengerjakan shalat di Baitul Maqdis, ia ditemui oleh iblis dan berkata,
"Sesungguhnya engkau tidak pantas menjadi seorang hamba, sebaiknya engkau menjadi Tuhan."
Namun Nabi Isa as selalu berusaha melepaskan diri dari gangguan iblis terlaknat itu, namun masih belum bisa terlepas.
Kemudian Iblis berkata lagi,
"Tidak patut engkau menjadi hamba."
Nabi Isa as lalu memohon pertolongan kepada Allah SWT dan kemudian Jibril datang bersama Mikail. Iblis dikepung lalu iblis dihantam dengan sayap Malaikat Jibril dan dibuang ke lembah jurang.
Iblis tidak kenal menyerah dan putus asa dalam menjalankan tugasnya.
Iblis lalu datang lagi kepada nabi Isa as, karena iblis tahu bahwa kedua malaikat itu tidak diutus kecuali hanya untuk itu saja, lainnya tidak.
Iblis mengulangi ucapnnya kepada Nabi Isa as bahwa Nabi Isa as tidak patut menjadi hamba.
Iblis berkata,
"Aku tahu apa yang terjadi ketika engkau marah. Aku mengajakmu untuk sesuatu yang memang seharusnya menjadi hakmu yaitu memerintah setan supaya setan itu tunduk kepadamu, sebab apabila manusia mengetahui bahwa setan-setan itu tunduk kepadamu, maka manusia pun lalu taat kepadamu dan menyembahmu."
"Aku tidak mengatakan bahwa engkau adalah Tuhan dan tidak ada Tuhan yang lain. tetapi maksud saya engkau adalah Tuhan di bumi dan Allah SWT Tuhan di langit."
Mendengar perkataan iblis yang demikian itu, Nabi Isa as berteriak sekeras-kerasnya hingga Malaikat Israfil turun ke bumi.
Malaikat Jibril dan Mikail yang melihat hal itu segera menangkap iblis kemudian Malaikat Israfil menghantam iblis dengan sayapnya lalu dibuang ke matahari. Nabi Isa as kemudian pergi, tapi masih sempat saja iblis mantap.
"Wahai Isa, aku bertemu engkau pada hari ini mengalami kesulitan yang sangat luar biasa."
Dialog Ketiga.
Iblis laknatullah masih juga belum kapok meskipun telah dihantam sayap malaikat.
Pada suatu hari, iblis menemui lagi Nabi Isa as dan terjadilah percakapan lagi.
Nabi Isa as: Apakah kamu tidak tahu bahwa sesuatu tidak akan emnimpamu kecuali jika telah ditakdirkan kepadamu?
Iblis: Sekarang coba saja naik ke puncak gunung sana lalu jatuhkan tubuhmu dari puncak gunung itu, apakah engkau hidup atau mati?
Nabi Isa as: Apakah kamu belum mengetahui bahwa Allah SWT berfirman,
"Janganlah hambaKu mengujiKu, karena Aku berbuat sesuatu atas kkemauanKu."
maksudnya adalah jika ALlah SWT menghendaki masih hidup, maka tidak akan mati orang yang terjun dari puncak gunung. Karena hamba tidak bisa menguji Tuhannya tetapi Tuhanlah yan menguji hambaNya.
Iblis: Apakah kamu tidak mengatakan benar? Cobalah ambillah wadah lampu, kemudian pukulkan ke tubuhmu, tentu engkau akan kesakitan bukan?
Nabi Isa as: Kamu ini celaka, bukankah Allah SWT telah melarang seseorang untuk memohon atas kerusakan tubuh.
Dialog antara Nabi Isa as dan Iblis tersebut dapat diambil pelajaran bahwa segala sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi adalah merupakan kekuasaan dan kehendalk ALlah SWT.
Siapapun dia, bagaimanapun hebatnya, tidak akan mampu lari dari takdir Allah SWT
Langganan:
Postingan (Atom)